Kamis, 09 Desember 2010

Manfaat Pariwisata


MANFAAT PARIWISATA

1.    Manfaat Pariwisata di Bidang Ekonomi
Manfaat pariwisata bagi perekonomian menurut Leiper dalam Pitana dan Diarta (2009: 185-188) adalah:
a.    Pendapatan dari penukaran valuta asing.
b.    Menyehatkan neraca perdagangan luar negri.
     Surplus dari pendapatan penukaran valuta asing akan menyebabkan neraca perdagangan menjadi semakin sehat. Hal ini akan mendorong suatu negara mampu mengimpor beragam barang, pelayanan dan modal untuk meningkatkan taraf hidup dan menigkatkan taraf hidup masyarakat.
c.    Pendapatan dari usaha atau bisnis pariwisata.
     Pengeluaran dari wisatawan secara langsung ataupun tidak langsung merupakan sumber pendapatan dari beberapa perusahaan, organisasi, atau masyarakat perorangan yang melakukan usaha di sector pariwisata. Jumlah wisatawan yang banyak merupakan pasar bagi produk lokal. Masyarakat secara perorangan juga mendapat penghasilan jika mereka bekerja dan mendapat upah dari pekerjaan tersebut. Pekerjaan di sector pariwisata sangat beragam, seperti pengusaha pariwisata, karyawan hotel dan restoran, karyawan agen perjalanan, penyedia jasa transportasi, pemandu wisata, penyedia souvenir, atraksi wisata dst.
d.   Pendapatan pemerintah
     Pemerintah memperoleh pendapatan dari sector pariwisata dari beberapa cara. Sumbangan pendapatan terbesar dari pariwisata bersumber dari pengenaan pajak
e.    Penyerapan tenaga kerja
     Banyak individu menggantungkan hidupnya dari sector pariwisata. Pariwisata merupakan sector yang tidak bisa berdiri sendiri tetapi memerlukan dukungan dari sector lain. Baik sector pariwisata maupun sector lain yang berhubungan merupakan lapangan kerja yang menyerap begitu banyak tenaga kerja.
f.     Multiple effects
     Efek multiplier merupakan efek ekonomi yang ditimbulkan kegiatan ekonomi pariwisata terhadap kegiatan ekonomi secara keseluruhan suatu wilayah (daerah, negara) tertentu. Contohnya seumpama seorang wisatawan membelanjakan uangnya 1000 USD untuk membeli souvenir, perputaran uang itu adalah wisatawan-pemilik toko-karyawan toko-pemilik bahan kerajinan, dll. Jadi pihak yang menerima uang itu tidak hanya satu pihak.
g.    Pemanfaatan fasilitas pariwisata oleh masyarakat lokal.
     Wisatawan dan masyarakat lokal sering berbagi fasilitas untuk berbagai kepentingan.  Banyaknya wisatawan mendatangkan keuntungan yang cukup besar sehingga suatu fasilitas dapat digratiskan pemanfaatannya untuk masyaraat lokal.
Disamping manfaat pariwisata di atas, masih ada pendapat dari WTO dalam Pitana dan Diarta (2009: 188-190), yaitu:
a.    Meningkatnya permintaan akan produk pertanian lokal.
     Bagi daerah tujuan wisata yang sudah mengintegrasikan pembangunan pariwisata dengan pembangunan pertanian akan membuka peluang emas bagi para petani untuk mempromosikan hasil pertaniannya. Pariwisata mendorong petani untuk mempelajari teknik baru dalam memproduksi bahan pangan dan juga mendorong munculnya usaha pengolahan makanan yang meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal yang akhirnya mendorong petani untuk berswasembada.
b.    Memacu pengembangan lokasi atau lahan yang kurang produktif.
     Pembangunan fasilitas pariwisata menyasar daerah atau lahan yang kurang bernilai ekonomi tinggi, kurang produktif, lahan kering dan sejenisnya. Hal ini akan membantu pengembangan daerah, yang sebelumnya kurang bernilai ekonomi kemudian menjadi lebih bermanfaat.
c.    Menstimulasi minat dan permintaan akan produk eksotik dan tipikal bagi suatu daerah atau negara.
     Biasanya untuk daerah yang dibuka untuk tujuan wisata, pasti teradapat keunggulan yang dijadikan andalan, seperti kerajinan unik, pemandangan eksotik, kesenian, dll. Jika produk tersebut diminati pasti akan diekspor untuk memenuhi permintaan wisatawan, hal ini membangkitkan perekonomian daerah dan negara tersebut.
d.   Meningkatkan jumlah dan permintaan akan produk perikanan dan laut.diet para wisatawan sering menggunakan produk perikanan dan bahan makan dari laut, hal ini memicu permintaan bagi nelayan lokal, dan menambah pendapatan mereka.
e.    Mendorong pengembangan wilayah dan penciptaan kawasan ekonomi baru.
f.     Menghindari konsentrasi penduduk dan penyebaran aktivitas ekonomi.
     Tidak jarang sebuah objek pariwisata dipilih di daerah pinggiran, pegunungan, pantai, dan lokasi yang jauh dari pusat konsentrasi penduduk lainnya. Hal ini membantu penyebaran konsentrasi penduduk dan aktivitas ekonomi ke wilayah lain.
g.    Penyebaran infrastruktur ke pelosok wilayah.
Lokasi  objek wisata yang menyebar ke daerah pinggiran memerlukan infrastruktur untuk mendukungnya dengan pendapatan dari pariwisata. Hal ini menguntungkan masyarakat lokal yang dapat menikmati infrastruktur.
h.    Manajemen pengelolaan sumber daya sebagai sumber revenue bagi otoritas lokal.
2.    Manfaat Pariwisata di Bidang Sosial
Menurut WTO dalam  Pitana dan Diarta (2009: 200-203) manfaat pariwisata di bidang sosial, yaitu:
a.  Diferensiasi struktur sosial
Diferensiasi sosial yang bersifat positif adalah (1) trasnsisi dan transformasi tenaga kerja dari sector pertanian ke sector jasa termasuk pariwisata, (2)  modernisasi sector pertanian, (3) berkembangnya industry kerajinan, (4) penurunan jurang pemisah antara tingkat pendapatan, (5) persamaan kesempatan memperoleh pendidikan antar strata sosial.
b. Modernisasi keluarga
Didapatnya status baru perempuan dalam keluarga petani traidisional. Jika perempuan mempunyai kesempatan sama untuk memperoleh pekerjaan di pariwisata, hal itu akan mendorong cara pandang anggota keluarga lain berubah. Mereka akanlebih menghargai perempuan. Akibat selanjutnya adalah standar yang lebih liberal diterapkan orang tua pada anak-anaknya, terutama anak perempuan
c.  Memperluas wawasan dan cara pandang masyarakat terhadap dunia luar.
keberadaan wisatawan di suatu tempat wista akan mengubah attitude masyarakat setempat, karena perubahan cara pandang terhadap wisatawan. Masyarakat tidak lagi berprasangka negative terhadap wisatawan yang datang sebelum mengenal dengan baik.
3.    Dampak Pariwisatan di Bidang Budaya
a.  Berkembangnya kebudayaan local.
Beberapa daerah dapat mengembangkan budaya lokalnya karena keberadaan dan interaksi dengan pariwisaa. Tidak hanya kesenian yang berkembang tetapi juga grup atau kelompk masyarakat yang berkosentrasi mengembangkan kebudayaan tradisionalnya.
b. Perlindungan terhadap cagar budaya.
Dengan adanya pariwisata, mincul kesadaran akan perlindungan terhadap lingkungan alam dan budaya yang terletak di kawasan tersebut.
c.  Perlindungan monument bernilai sejarah.
Monument sejarah menjadi atraksi berkelas dunia yang mengundang banyak wisatawan monument sejarah tersebut pastinya mendapatkan perlakuan berbeda. Pemerintah memberikan perlindungan dan pemeliharaan terhadap monument, yang seharusnya juga diikuti kesadaran masyarakat dan wisatawan untuk menjaganya.



Sumber:
Pitana, I Gde dan I Ketut Surya Diarta. 2009. Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pictures