Rabu, 19 Mei 2010

MENINGKATKAN NASIONALISME DEMI TERWUJUDNYA INTEGRASI NASIONAL


BAB I
Pendahuluan
A.  Latar Belakang Masalah
Saat ini bangsa Indonesia, masih mengalami krisis multidimensi yang menggoncang kehidupan kita. Sebagai salah satu masalah utama dari krisis besar itu adalah ancaman disintegrasi bangsa yang hingga saat ini masih belum mereda. Secara umum integrasi nasional mencerminkan proses persatuan orang-orang dari berbagai wilayah yang berbeda, atau memiliki berbagai perbedaan baik etnisitis, social budaya, atau latar belakang ekonomi, menjadi satu bangsa terutama karena pengalaman sejarah dan politik yang realatif sama. Proses pembentukan persatuan bangsa dengan adanya semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Proses integrasi nasional bangsa Indonesai telah dipaparkan dalam dimensi sejarah, sebuah jawaban yang sangat panjang atas pertanyaan “apa yang terjadi dengan proses integrasi nasional kita”. Inti historis jawabnya adalah bahwa kita telah membangun suatu bangsa dan mencapai integrasi nasional.
Harus diakui bahwa kita masih menyimpan banyak masalah yang harus diselesaikan, dan kita meninggalkan luka yang masih menyakitkan pada diri kita sebagai bangsa yang harus kita sembuhkan. Maka dari itu penulis berusaha memaparkan solusi dari permasalahan integrasi nasional, yaitu: masalah pertama adalah membangun kembali integrasi vertikal antara pusat dan daerah, antara elite dan massa yang mengalami distorsi. Kedua membangun integrasi horizontal dibidang social budaya.
B.  Rumusan Masalah
Rumusan masalah makalah ini adalah:
1.    Mengetahui apa dan bagaimana yang dimaksud nasionalisme.
2.    Mengetahui bagaimana yang dimaksud integrasi nasional.
3.    Mengetahui bagaimana pengaruh nasionalisme terhadap integrasi nasional.
4.    Mengetahui upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nasionalisme dan integrasi nasional secara vertical (pemerintah dengan masyarakat) dan integrasi horizontal di masyarakat.

Tanya Jawab Ilmu Politik: sebuah tugas untuk ujian mid semester

1. a. Jelaskan yang dimaksud Laswell bahwa “politic as who gets what, when and how”? Penjelasan disertai contoh empirik!
Politik adalah kegiatan masyarakat yang berkisar pada masalah-masalah seseorang untuk mendapatkan suatu tujuan kapan dan bagaimana.
Dalam kenyataannya memang seperti itu, persoalan politik selalu menyangkut siapa yang sedang mengejar apa. Kemudian juga kapan dan bagaimana yang dikejar itu dapat diperoleh. Sebagai misal, siapa saja yang ingin menjadi ketua partai? Kemudian kapan dan bagaimana kursi ketua partai itu dapat diraih? Dengan cara yang wajar atau tidak? Timing nya tepat atau tidak? Siapa yang ingin menjadi anggota parlemen, gubernur, bupati, menteri, presiden, kemudian kelompok-kelompok politik mana saja yang mendukung siapa tersebut.
Contoh: Seorang calon bupati melakukan open house beserta acara pengobatan gratis kepada masyarakat sekitar pada saat kampanye menjelang pemilu. Agar masyarakat dapat lebih mengenal sosoknya dan memeberikan suaranya di pemilu nanti.
b. Jelaskan pendapat Miriam Budiarjo dan Ramlan Surbakti tentang pengertian politik.
Miriam Budiarjo (2008: 15) menyatakan bahwa politik adalah usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima dengan baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis. Usaha menggapai the good life ini menyangkut bermacam-macam kegiatan yang antara lain menyangkut proses penentuan tujuan dari system, serta cara-cara melaksanakan tujuan itu. Masyarakat mengambil keputusan menegnai apakah yang menjadi tujuan dari sitempolitik itu dan hal ini menyangkut pilihan antara beberapa alternative serta urutan prioritas dari tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
Ramlan Surbakti (1999: 11), politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat, dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.
Jadi dalam politik ada hubungan dan peran baik dari pemerintah dan masyarakatnya dalam suatu keputusan, mereka membuat dan melaksanakan bersama keputusan tersebut.
c. Buatlah rumusan pengertian politik menurut saudara berdasarkan bacaan dan pengamatan empirik.
Politik adalah sesuatu yang berhubungan dengan proses yang bertujuan untuk membentuk masyarakat yang baik dengan kekuasaan tertentu, pembuatan keputusan, pembuatan suatu kebijakan publik dengan nilai-nilai yang ada di dalam suatu masyarakat. Disini nilai yang ada dalam suatu masyarakat sangat mempengaruhi keberlangsungan suatu hal yang menyangkut politik, dalam masyarakat yang menjunjung nilai yang baik tentunya pelaksanaan kegiatan politik akan berjalan baik begitu pula sebaliknya.
2. a. Apa keputusan politik itu? Ramlan Surbakti (1999: 190)

USULAN BAGAIMANA SEHARUSNYA PARA PENYELENGGARA NEGARA MENJALANKAN TUGAS JABATANNYA SESUAI NILAI-NILAI PANCASILA


1.    Isu good governance dan clean governance merupakan isu penting dalam pengelolaan administrasi publik dan juga kepegawaian dewasa ini. Tuntutan reformasi di segala bidang merupakan sebuah keharusan. Reformasi tidak hanya dalam berbagai aspek kebijakan baik ekonomi maupun politik, namun juga perlu reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi juga meliputi proses rekrutmen Pegawai Negeri Sipil dan pengangkatan pejabat publik baik nasional maupun daerah. Pelaksanaan fit and proper test sebagai bagian dari proses reformasi birokrasi terutama dalam rekrutmen telah melahirkan pejabat publik yang memiliki kompetensi dan berkualitas dalam penerapan nilai Pancasila. Kondisi ini akan membantu pemerintah dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pelaksanaan fit and proper test juga merupakan upaya untuk menghapus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam birokrasi pemerintahan.

Pictures